Kamis, 12 Juni 2014

jangan menangis, allah bersama kita

“… If you draw closer to Me by a hand span, I will draw closer to you by forearm’s length.
If you draw closer to Me by a forearm’s length, I will draw closer to you by an arm’s length.
And if you come to Me walking, I will come to you running.”
(Hadits Qudsi, Bukhari)

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh..

“Laa tahzan.. Inallaaha ma’ana..” (Q.S. at-Taubah:40)

Fi.. Jangan bersedih.. Sesungguhnya, ALLAH bersamamu, Ukh..

Subhanallah, sekali lagi.. Ana benar-benar terenyuh, setiap kali ana ingat potongan firman-Nya. Tiap kali dentingan nada cinta-Nya berdengung di telinga dan qalbu ini, ruangan hati benar-benar terasa terlindung, ditetesi bulir-bulir bening yang menyejukkan. Perasaan tenang itu dengan setia membisikkan, bahwa apa yang kita alami, entah sedih, entah bahagia, selalu ada ALLAH yang mengisi dan merencanakannya semuanya.

Karena hati ini menyadari, bahwa ALLAH menghibur kita, dengan lembut mengisi celah-celah kesedihan kita, berfirman “Jangan bersedih, sesungguhnya ALLAH bersama kita.”

Hmm..

Sebenarnya, satu kalimat itu saja, sudah lebih dari cukup untuk mengikis dan melumat kesedihan dan kesendirian kita. Tidak perlu kita berprasangka begini dan begitu, takut tidak bisa ini dan itu, apalagi harus tenggelam dalam durjana berkepanjangan. Karena jika ALLAH bersama kita, apatah yang harus kita takutkan, Saudaraku? Jika ALLAH bersama kita, tiada lagi karang kesedihan yang mampu bersarang lama di hati kita..

Ialah ALLAH, Zat yang Mahamulia, Mahabesar, Maha Mengetahui dan Mencintai. Yang selalu mengawasi kita, menemani kita, & mengabulkan doa-doa kita.. Ialah ALLAH, Zat yang Mahaindah, Maha Penyayang, yang memeluk kita kala keretakan qalbu kita adukan (hanya) pada-Nya..


Sujud, karena ALLAH bersama kita

Ana teringat, masa ketika ana tidak punya siapa-siapa untuk bersandar di bahunya (maklum masih nunggu jodoh, hehe). Masa ketika kepala ini serasa ingin meledak namun tertahan di tempurungnya. Masa ketika napas ini sesak, terbendung oleh gerilya berpasukan masalah dan kesedihan.

Lalu, ana teringat, seuntai hadits qudsi yang menguatkan kembali hati yang lemah ini..

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ، ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٌ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا(1) وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي، أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً”

(رواه البخاري (وكذلك مسلم والترمذي وابن ماجه

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ALLAH Ta’ala berfirman: ‘Sesungguhnya Aku berdasarkan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya saat dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Akupun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Dan jika dia mengingat-Ku di hadapan orang-orang maka Aku-pun akan mengingatnya di hadapan makhluk-makhluk yang lebih baik dari mereka.

‘Jika mereka mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Dan jika dia mendekati-Ku sehasta maka Aku mendekatinya sedepa. Dan siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku mendatanginya dengan berlari.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Ah, subhanallah! Sejuk sekali rasanya, untaian-Nya mengingatkan kembali diri yang mungkin rapuh, bahwa hanya kepada Nya-lah kita mengadu, meminta petunjuk dan kekuatan, meminta apa saja dengan ketidakberdayaan kita.. Hanya kepada Nya-lah, kita bersandar, meminta kekuatan batin yang mungkin raib dari qalbu, memohon cinta yang mungkin mulai mengabur di hadapan kita.. Mengemis kasih-Nya, menagih pertolongan-Nya..

Saudaraku..

Mungkin, antum yang sering berkunjung ke Merajut Kata, sudah sering membaca tulisan ana yang bercerita seputar rasa sedih, lelah, air mata, dst. (Semoga bukan termasuk bosan di dalam keseringan itu, ya) Ah, ana hanya ingin kita tidak bersedih, agar kita tidak memendam segalanya sendiri, agar kita kuat menjaga sabar menanti jodoh..

Agar ketika lelah itu bersinggah, air mata kita bukanlah air mata keputusasaan, melainkan air mata ketenangan dan ketenteraman, yang mengucur karena pengetahuan kita bahwa ALLAH selalu, dan akan selalu bersama kita..

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku,
maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…”
(Q.S. al-Baqarah: 186)

Mungkin.. Ketika kita tertimpa masalah, yang berat, susah, menyesakkan, mengikis selera makan, dst. Hati ini macam tak sanggup lagi berkata tegar, “Harus kuat.. Harus sabar..” Ketika itu, mungkin tiada lagi daya ‘tuk menegakkan kaki dan melapangkan qalbu..

Ah, tenanglah, Hati.. Apa saja, kapan saja, dalam bentuk apa saja, segala kejadian adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian ALLAH pada kita. Ia pemilik hati kita, Ia pemilik segala macam hal yang terjadi pada kita..

Maka, Saudaraku yang baik, mintalah pada-Nya, Sang Pemilik Hati.. Agar hati ini dikuatkan, agar hati ini disabarkan, ditenangkan.. Diamankan dari segala prasangka dan kesedihan.. Diamankan dari segala kesendirian dan ketakutan..

Tidaklah kita berhasil mengatasi sedih dan lelah ini, jika bukan atas izin-Nya.. Tidaklah kita berhasil menguatkan diri dari cobaan, jika bukan atas peduli-Nya.. Maka mohonlah kekuatan dan kesabaran itu dari-Nya.. Mohonlah pada-Nya, agar Ia berkenan memeluk kita di tiap sujud kita..

Kemalasan kita bergegas ketika adzan berkumandang, keengganan kita menghadap-Nya hingga penghujung waktu telah merangkak dan mendekat, sama sekali tidak menurunkan derajat kemuliaan ALLAH kita.. Namun, tanpa ALLAH, tanpa Kemahakasihan-Nya.. Ana kira satu tarikan napas pun takkan mampu kita embuskan..

Oleh karena itu, Saudaraku.. Seperti yang ana kutip tadi, bahwa jika kita dekati Ia sejengkal saja, Ia akan mendekati kita sedepa.. Jika kita dekati Ia dengan berjalan, Ia akan mendekati kita dengan berlari.. Subhanallaah.. Ana menangis menikmati keindahan kalimat ini. Subhanallaah.. Subhanallaah..

Tidaklah berlebihan jika ana katakan.. Curhat kepada-Nya, memasrahkan segala jadi hiruk-pikuk hidup.. Curhat kepada-Nya, di atas segala keraguan bercerita pada manusia, Insha ALLAH.. Akan mengangkat beban di hati ini. Ia akan melonggarkan buhul yang menjerat napas dan hati kita.. Dengan lembut, dengan penuh cinta dan kehangatan. Insha ALLAH. Insha ALLAH..

Tak bosan.. Ana mengakarkan seuntai surat cinta-Nya yang sering kali ana kutip..

Laa tahzan.. Laa tahzan.. Wa laa tahzan.. Innallaaha ma’ana.. Innallaaha ma’ana..

“If ALLAH loves a person, He calls Jibreel saying, ’ALLAH loves so and so; Oh Jibreel, love him. And make an announcement amongst the inhabitants of the heaven, ALLAH loves so and so therefore you should love him also’, and so all the inhabitants of the heaven would love him, and then he is granted (all) the pleasures of the people on the earth.” (Bukhari and Muslim)

Subhanallah.. Jika ALLAH Mencintai kita.. Rupanya seisi langit dan bumi pun akan turut mencintai kita.. Cintailah ALLAH, Saudaraku. Kita adalah hamba yang tidak berdaya, walau untuk mengangkat setangkai jarum, jika ALLAH meninggalkan kita..

Di sudut sejuk perpustakaan STIS
Senin sore pukul tiga, 25 Februari 2013
Nofriani, dalam Pelukan Cinta ALLAH

Let the world laugh at me. Let the day sigh at me. Let the time disbelieve in me.
I won’t mind as long as I have ALLAH to depend on.
I am never forgotten if I remember ALLAH.
I am never weak cause ALLAH is with me.

“I am a Muslim and I don’t walk alone. I fear no one except the One Above The Throne.” [Imam Safi Khan]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar