Jumat, 16 Desember 2011

sinopsis sungkyunwan scandal episode 20

13 2011

Sung Kyun Kwan Scandal – Episode 20 (Finale)

In Soo bagai disambar petir, Kim Yoon Shik..seorang wanita?
Sementara itu Yoon Hee menggali tanah di depan gerbang Sungkyunkwan dan mengeluarkan peti, Geum Deung Ji Sa…aku menemukannya, Ayah..disini di pintu rakyat terendah Joseon yang kau maksudkan.
Menteri Kiri Lee, Menteri Ha, Perdana Menteri Che Jegong, Menteri Keadilan/Kepala Inspektur Moon menghadap Jeongjo. Menteri Moon lapor kalau Lee Sun Joon bukanlah Hong Byuk seo.
Jeongjo : Kepala Inspektur, jadi Hong Byuk Seo muncul semalam. Lalu, maksudmu Lee Sun Joon yang sekarang dipenjara bukanlah Hong Byuk seo?
Kepala Inspektur Moon : Itu benar, Yang Mulia.
Jeongjo : Kalau demikian, Menteri Perang, sepertinya yang terbaik adalah kau minta maaf seperti yang diinginkan para pelajar itu.
Menteri Ha : Tapi Yang Mulia, itu sepertinya sedikit…
Jeongjo : Ini akibat yang ditimbulkan dari penggeledahan tidak adil di Sungkyunkwan, didalam Sungkyunkwan, institusi tentang kebenaran, dimana pasukan kerajaan tidak diijinkan masuk. Jika terus dibiarkan, maka rakyat akan mendengar dan mengakibatkan kekacauan. Jadi apa sekarang giliranku memberikan tanggapan?
Para siswa masih berlutut dan berseru agar Lee Sun Joon dibebaskan. Petugas keluar dan tanya dimana kepala siswa (yang memimpin demo). Semua gelisah, mana Kim Yoon Shik?
Yoon Hee datang dan berseru, disini! Yoon Hee lari dengan membawa kotak Geum Deung Ji sa itu dan berkata pada Jae shin dan Yong Ha, Sahyung! aku menemukannya!
Yong Ha dan Jae shin kaget, tapi mereka senang sekali. Akhirnya, Geum deung ji sa.
Yoon Hee maju, ketua siswa/pemimpin protes, pelajar Sungkyunkwan Kim Yoon Shik. Saya siap menerima tanggapan Baginda. Yoon Hee menoleh sekali lagi pada para rekannya terutama kedua sahyung-nya dan masuk ke Daejeon.
Yoon Hee menghadap Jeongjo. Di sana ada PM Che Jegong dan Prof Jung Yak Yong.
Jeongjo : sesuai permintaan pelajar Sungkyunkwan, Lee Sun Joon akan dibebaskan. Aku juga akan menyampaikan secara terbuka permintaan maaf Menteri Perang. Itu tanggapanku.
Yoon Hee tersenyum lega. PM Che dan Prof Jung juga ikut lega. Kasim Kepala masuk dan membawa anggur. Yoon Hee heran.
Jeongjo menjelaskan ini adalah hadiah untuk Yoon Hee. Prof Jung juga menjelaskan ini sudah tradisi untuk menganugerahkan anggur setelah memberikan pernyataan atas protes pelajar Sungkyunkwan. Yoon Hee mengerti.
Yoon Hee : Yang Mulia, saya juga mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan pada Anda. Saya ..sudah memecahkan perintah rahasia.
Jeongjo terperanjat. Prof Jung dan PM Che juga tidak kalah terkejut.
Yoon Hee : Dimana pengajaran menuju. Tempat dimana negara dimulai. Ada di pintu yang terbuka ke tempat rakyat yang paling rendah, Banchon…Geum Deung Ji Sa ada disana.
Jeongjo membuka kotak itu dan mengeluarkan surat-surat mendiang kakeknya (Yeongjo), dengan ini, akankah impian ayahmu dan juga impianku akan menjadi nyata? Terima kasih, Kim Yoon Shik, agar usahamu tidak sia-sia, aku akan berusaha sekuat tenaga. Tiba saatnya bagimu untuk memimpikan impian baru di dalam Joseon baru ini.
Yoon Hee memandang Prof Jung yang mengangguk padanya. Yoon Hee terharu.
Para siswa berdiri di luar tahanan dan menanti Lee Sun Joon. Akhirnya Lee Sun Joon keluar! Semua rekan2nya sorak sorai, Hei! itu Lee Sun Joon! Lee Sun Joon! Diantara mereka, Kang Moo dan Go Bong juga ikut bersorak.
Hae won : Lee Sun Joon! Lee Sun Joon akhirnya dibebaskan.
Woo Tak heran, kau tidak pernah suka dengan Lee Sun Joon.
Hae Won ngeles, kau ini, kalau tidak ada dia, aku tidak punya orang untuk di-olok-olok. Maksudku…aku..
Sun Joon geli, mulai sekarang, aku ingin kau melakukannya terus (mengoloknya), aku bosan juga di dalam sana (penjara).
Ah Do Hyun berkata : Benar! Orang perlu mengalami kesukaran sekali-kali.
Lalu Sun Joon mendekati dua sahabatnya. Jae Shin yang pertama buka mulut,
dengan nada menggerutu seperti biasa : Jangan pernah bertindak sok pahlawan seperti itu lagi. Atau kalau tidak, aku tidak akan pernah melihatmu lagi.
Yong Ha kaget dan menerjemahkan, Gul-oh..jadi maksudmu..kau akan menghabiskan sepanjang hidupmu melihat Lee Sun Joon? Apa kau mengakui cintamu? Di depanku seperti ini? hahahaha…
Jae Shin menatap mata Sun Joon : Kau sudah banyak menderita. (itu pujian)
Sun Joon tersenyum : Terima kasih Sahyung. Aku dengar kalian banyak menderita demi diriku.
Yeorim : Dia yang banyak menderita adalah orang lain. Orang yang kau cari dengan matamu terus menerus. Orang yang memimpin protes ini. Anak yang sangat pintar itu, Daemul.
Sun Joon bergetar hatinya, Kim Yoon shik…dimana dia sekarang?
Ternyata Yoon Hee menghadap Menteri Kiri Lee.
Menteri Lee : Terima kasih. Meskipun kau adalah teman sekamarnya, biarpun aku ini adalah ayahnya, itu juga bukan tugas yang mudah. Aku sangat bersyukur.
Yoon Hee : Setahu saya, tindakan menyelamatkan teman tidaklah sesuatu yang harus dipuji.
Menteri Lee : Benar2 karakter yang kuat. Kau menggantikan ayahmu, aku mengerti. Aku tidak suka dengan ayahmu dari semula.
Yoon Hee terperanjat. Menteri Lee melanjutkan, Terlalu idealis dan romantis sebagai orang yang membantu Raja, aku melakukan segala cara untuk mengubah pemikiran ayahmu. Aku ingin ayahmu mengakuinya, aku ingin dia menyerah pada kenyataan kalau realita tidak-lah sesempurna bayangannya…
Menteri Lee : Tapi, aku tidak berniat membuatnya kehilangan nyawa dengan cara seperti itu. Kebencianmu padaku pasti sangat mendalam.
Yoon Hee : Bukan kebencian. Tapi kewaspadaan.
Menteri Lee : Waspada…
Yoon Hee : Jika seseorang mundur selangkah, orang itu harus mengambil dua langkah untuk memperbaiki salah langkahnya. Jadi jika seseorang melangkah dengan tidak keruan, orang itu akan lupa kemana sebenarnya tujuannya.
Menteri Lee : Aku mengerti sekarang, mengapa anak-ku menganggapmu berharga.
Keduanya minum dan Menteri Lee memperhatikan cincin di jari Yoon Hee.
Yoon Hee kembali ke kampus dan melihat Sun Joon diluar kamar menunggunya.
Sun Joon : Apa kau tidak tahu kalau aku dibebaskan? Apa sebenarnya yang sedang kau lakukan dan kau kemana saja? Apa kau pernah berpikir berapa lama aku menunggumu?
Yoon Hee : Tapi kita sudah ketemu kemarin.
Sun Joon : Apa..apa kita ada dalam hubungan itu jadi kita tidak perlu bertemu hari ini kalau kita sudah bertemu kemarin?
Yoon Hee : Lalu, kita ada dalam hubungan seperti apa?
Sun Joon gemas, Kim Yoon Shik.
Yoon Hee menoleh, hubungan seperti ini?
Yoon Hee menunjukkan cincin di tangannya dan tersenyum. Sun Joon tersenyum dan akan memegang tangan Yoon Hee ketika …
Kepala Yong Ha muncul dari dalam kamar dan memanggil keduanya, mengapa kalian tidak masuk ? kita harus merayakannya.
hahaha..I love the way Yong Ha watches them, just look at Yong Ha’s eyes…
Jalgeum Kuartet bersulang. Yong Ha terus menuang arak untuk Sun Joon dan Yoon Hee.
Yong Ha : ini..ayo minum..minum, dan berkata pada Sun Joon, meskipun kau menjadi anjing piaraan menteri, aku akan baik padamu hari ini. Ayo minum..
Yong Ha memuji Yoon Hee : Aku tidak pernah membayangkan kau bisa melakukan hal seperti ini. Kau benar2 daemul.
Semua ketawa. Yong Ha bertopang dagu dan memandang Yoon Hee, tidak peduli sebanyak apa aku memandangmu. Aku tidak pernah merasa bosan. Kim Yoon shik, kau adalah yang pertama. (Wanita pertama yang tidak membuat Yeorim bosan hehehe)
Dan coba lihat wajah Sun Joon..
Yoon Hee : Mengenai Geum Deung Ji Sa, Baginda berkata sekarang adalah giliran kita untuk memimpikan impian baru di Joseon baru ini.
Jae shin : Lalu…apa impianmu?
Yoon Hee : Aku akan mulai memikirkannya sekarang.
Yong Ha : Ah buat apa? Itu membosankan, Aku sudah tidak tahu apa gunanya mimpi. Dan selain aku tahu siapa diriku ini, aku memiliki kalian yang tidak lari meninggalkanku.
Yong Ha menuang arak lagi, ayo minum..ayo Daemul..hei Lee Sun Joon, jangan melihatku seperti itu…
Sun Joon berkata ini sudah malam. Yong Ha justru berkata o ya? ya sudah aku akan nginap di sini, aku terlalu mabuk untuk bergerak. Dan Yong Ha langsung tidur.
Jae shin berkata pada Yoon Hee : Oi! kau seharusnya tidur di kamar Yong Ha, terlalu penuh di sini.
Sun Joon 100 persen setuju. Yong Ha juga tersenyum mendengarnya.
Tapi Yoon Hee berkata, mengapa? kamarku disini jadi mengapa aku harus meninggalkan kamarku dan pergi ke tempat lain? hahaha …Dan Yoon hee langsung tidur sambil berkata, rasanya nyaman sekali, kita Jalgeum kuartet tidur saja seperti ini.
Yong Ha melek lagi dan tersenyum..anak ini memang tidak mabuk haha
Sun Joon kaget dan Jae shin diam saja.
Malam itu Jalgeum kuartet tidur sekamar. Yong Ha guling sana, guling sini, Sun Joon dan Jae Shin tidur menelungkup di meja (menjaga “pacar” masing2 hehehe), Yoon Hee tidur di belakang Sun Joon. Kaki Yoon Hee juga gerak2 terus.
Tangan Sun Joon bergerak dan memegang tangan Jae shin ^_^ (Mungkin Sun Joon pikir ia memegang tanga Yoon Hee dan Jae shin pikir tangannya dipegang Yoon Hee)
nice…
Byung Pan pulang dan disambut In Soo. Menteri Ha marah, kau ini sungguh payah, mengapa tidak bisa mengatasi masalah seperti ini? Kau bahkan tidak bisa mengatasi satu anak kecil dan bahkan membuat ayahmu terlihat buruk!
In Soo : Anak itu sangat berbahaya, Kim Yoon shik itu..seorang wanita.
Menteri Ha : Apa??
In soo : Kim Yoon Shik sudah melanggar hukum negara dan sekarang ada di Sungkyunkwan.

Keesokan paginya..hari masih berkabut dan Menteri Lee sudah bertemu dengan Menteri Ha.
Menteri Lee berkata Baginda ingin memindahkan pusat pemerintahan ke Hwaseong. Baginda pasti sudah menemukan Geum Deung Ji Sa.
Menteri Ha berkata untuk apa takut? kalau kita punya pedang yang lebih tajam. Menteri Lee tanya apa maksudnya. Menteri Ha berkata, Kim Yoon Shik, anak yang diberi perintah untuk menemukan Geum deung jisa..Kim Yoon shik..adalah seorang wanita.
Menteri Lee terperanjat. Ia sebenarnya sudah bisa menduga tapi sepertinya Menteri Lee tidak menyangka kalau Byung Pan juga akan mengetahuinya.
Di kampus SKK, Yoon Hee mengikuti Sun Joon yang merengut terus. Yoon Hee ingin tahu mengapa dari tadi Sun Joon kesal, katakan padaku. Bagaimana seorang pria bisa sempit pikirannya?
Sun Joon : Aku memikirkan pacarku yang tidak berpikir panjang dan tidur diantara pria2 lain, aku tidak bisa tidur semalaman. Bagaimana aku harus mengatakan-nya pada mu?
Sun Joon jalan pergi dan Yoon Hee menyusulnya, jadi kalau aku tidur di sisimu seperti keinginanmu, apa itu akan membuatmu tenang?
Sun Joon : sesuai keinginanmu.
Yoon Hee ketawa, Jika aku tidur di sampingmu kau akan kurang tidur. Apa tidak apa-apa?
Sun Joon memandang Yoon Hee dengan kaget. Yoon Hee menyadari “arti” lain dari kata-katanya dan ia menutup mulut karena kaget dan jalan pergi.
Yoon Hee masuk perpustakaan dan menyesali omongannya. Sun Joon menyusulnya, jadi apa sebenarnya buku2 yang kau terjemahkan di toko buku?
Sun Joon : Apa mungkin kau orang tidak dikenal yang menerjemahkan novel2 pe o er en o itu?
Yoon Hee : Tidak! aku hanya melakukannya 3 kali.
Sun Joon : 3 kali? benar?
Yoon Hee : Iya, karena bayarannya lebih besar.
Sun Joon menghela nafas, aku tidak tahu bagaimana kehidupanmu sebelum masuk Sungkyunkwan, nanti kalau libur, aku akan mengunjungi rumahmu.
Yoon Hee kaget, rumahku?
Sun Joon : Apa kau punya rumah lain?
Yoon Hee : Tidak, tapi apa maksudmu mengunjungi rumahku?
Sun Joon : Pria dewasa harus berkunjung ke rumah pacarnya.
Yoon Hee kaget campur senang.
Sun Joon : Ini tidak akan menjadi jalan yang mudah, maka aku harus menyiapkan diriku. Aku siap.
Jeongjo minum teh bersama Menteri Lee.
Menteri Lee memohon agar Baginda menguburkan Geum deung jisa kembali. Itu terlalu kejam untuk sang ayah dan sekarang untuk anaknya?
Jeongjo : Apa maksudmu, Menteri Kiri Lee?
Menteri Lee : Kerinduan anda untuk reformasi sudah membuat Profesor SKK Kim Seung Heun berkorban nyawa. Dan sekarang putrinya juga akan tenggelam dalam bahaya.
Jeongjo : Apa maksudmu putri Kim Seung Heun?
Menteri Lee : Pelajar Sungkyunkwan, Kim Yoon Shik. Anak itu adalah seorang wanita.
Demi menemukan Geum Deung Ji Sa, Yang Mulia akan menjadi pendosa yang melanggar “Tiga Ikatan dan Lima Hubungan” (hukum Kong Hu cu)
Jeongjo meletakkan cawannya dan mencengkeram jubahnya.
Hyo Eun minta Yong Ha menemuinya. Yong Ha bertanya ada apa lagi, apa kau masih belum bisa melepaskan Lee Sun Joon.
Hyo Eun berkata kau seharusnya memperlakukanku dengan lebih sopan, karena aku akan menolongmu, kakak-ku sudah tahu kalau Kim Yoon Shik itu wanita. Jangan bilang kalian tidak tahu masalah ini.
Yong Ha kedip-kedip dulu dan baru kaget…

Yoon Hee berhias dan ia mengamati wajahnya di kaca, ia mengenakan hanbok wanita. Yoon Hee keluar dan menunggu Sun Joon.
Sementara Sun Joon jalan menuju rumah Yoon Hee dengan membawa bingkisan. Ia tampak bahagia.
Yoon Hee mengamati bayangan-nya di cermin ketika tiba2 ada orang yang menculiknya.
Moon Jae shin duduk di bukit dan berseru, hei Moon Young Shin! terimalah minuman dariku. Jae Shin meletakkan cawan kecil di tanah dan mengambil guci araknya lalu narasi mulai ketika Jae Shin mengambil cawan itu dan mencurahkannya ke tanah untuk kakak-nya :
“Aku pikir kau membenci dunia ini,kakak. Jadi aku mencoba menjadi orang yang gila untuk melakukan hal yang sama. Tapi sekarang aku tahu. Moon Young shin tidak membenci dunia, tapi kau mencintainya. Sehingga kau bisa hidup seperti itu. Kata-kataku benar kan? “
Jae shin : Ini benar2 dingin yang menggigit. Dia benci dingin.
Tiba-tiba, Yong Ha teriak, hei Gul-oh! Kita mendapat masalah.
Jae shin dan Yong Ha bergegas ke rumah Yoon Hee. Sun Joon sudah sampai dan ia melihat keduanya. Sun Joon malu dan akan menghindar pergi. Tapi mereka memanggilnya. Hei, Lee Sun Joon!
Yong Ha : Apa kau disini karena kau juga sudah tahu?
Sun Joon bingung. Yong Ha melihat ke tanah dan mengambil kaca rias milik Yoon Hee yang pecah. Ketiganya langsung panik.
Yoon Hee dibawa menghadap Jeongjo, Angkat kepalamu!
Yoon Hee berlutut dan semakin menunduk takut.
Jeongjo berseru : Kim Yoon Shik apa kau tidak mendengar perintahku?
Yoon Hee akhirnya mengangkat wajahnya memandang Jeongjo.
Jeongjo berkata sendiri, jadi benar, aku ini pendosa yang sudah melanggar perintah hukum negara.
Tiba-tiba Prof Jung masuk. Ia terperanjat melihat Yoon Hee dalam busana wanita. Jung Yak Yong terlihat putus asa. Jeongjo menuang arak dan minum untuk menenangkan diri.
Jeongjo pada Jung Yak Yong : Ini akibat kau berdiam diri. Apa kau puas sekarang?
Jung Yak Yong : Jika anda menghukum mati saya, saya akan taat. Tapi mohon, salahkan saya saja.
Jeongjo : Apa ini karena pengajaran Barat/Silhak yang kau percayai? Aku dengar dalam pengajaran Barat, mereka memimpikan dunia dimana pria dan wanita sejajar.
Jung Yak Yong : Saya belajar dari pengajaran Barat kalau semua orang, miskin atau kaya, tua atau muda, pria atau wanita, semua dilahirkan sama. Tapi sebagai pelayan publik dari negeri ini, Saya setuju kalau wanita tidak seharusnya memiliki hak untuk belajar dan menjadi pejabat.
Jeongjo membentak : Lalu mengapa??
Jung Yak Yong : saya belajar dari anak itu..kalau pengetahuan dan kehidupan tidak bisa dipisahkan.
Jeongjo : Sekarang pergi dan minta ampun dari Tuhan kebudayaan Barat yang kau percayai itu.
Jung Yak Yong : Pengajaran Barat hanya satu bagian dari pengetahuan. Penguasa yang saya percaya dan ikuti …hanya anda, Yang Mulia.
Jeongjo melihat ke arah kotak Geum deung Ji sa dan menghela nafas.
Menteri Ha menemui Cho Sun, ada sesuatu yang harus kau lakukan.
Cho Sun meminta Menteri Ha memenuhi janjinya. Tapi Menteri Ha memrintah agar Cho sun membawa Kim Yoon Shik padanya. Sebelum akhir bulan ini, bawa Kim Yoon Shik padaku, dia bukan pria, Kim Yoon Shik itu seorang wanita. Aku akan menangkapnya dan menegak-kan kedaulatan negeri ini.
Cho Sun kaget.
Jung Yak Yong pulang dan sudah ada tiga orang menunggunya. Jae Shin, Sun Joon dan Yong Ha. (Baju Jae shin semakin keren)
Ketiganya memberi hormat, tolong jawab kami. Apakah Kim Yoon Shik…bersama Baginda sekarang?
Yong Ha : Ini untuk melindungi Kim Yoon shik, benarkan?
Jung Yak Yong : Kalian seharusnya kembali, ini sudah malam.
Sun Joon : Akan ada pertemuan dewan akhir bulan ini. Saya dengar akhir bulan ini akan diadakan pertemuan dewan. Dan selama pertemuan ini, Baginda berencana untuk mengumumkan kepindahan ke Hwaseong. Jadi, untuk menekan protes dari Noron, Baginda akan mengeluarkan Geum Deung Ji Sa. Yang Mulia akan melakukannya. Apa saya benar?
Jung Yak Yong : Baginda mungkin akan melakukannya.
Sun Joon : Lalu jika partai Noron dan Menteri Perang akan mengungkapkan kalau Geum Deung Ji Sa itu ditemukan oleh Kim Yoon Shik, yang adalah seorang wanita, dan menggunakan ini untuk menantang Yang Mulia, saya ingin tahu apa yang akan dilakukan Baginda?
Jae shin : Kami punya hak untuk tahu. Tolong jawab kami! Jangan cemas apapun yang terjadi, Baginda harus melindungi Kim Yoon Shik. Itu..itu adalah harapan yang diimpikan Baginda. Mengapa..mengapa anda tidak menjawab kami?
Yong Ha menenangkan Jae Shin
Suara Yong Ha bergetar : Guru…
Sun Joon : jadi karena Kim Yoon Shik menemukan Geum deung Ji sa…maka Yang Mulia akan membuangnya?
Prof Jung tidak bisa menjawab dan pergi. Ke-empat pria ini menangis semua! Untuk wanita berbakat yang mereka sayangi. sebagai murid, teman, sahabat, dan kekasih.
Sun Joon pulang dan duduk di dalam kamarnya tanpa menyalakan lilin. Ayahnya membuka pintu dan masuk, kau orang menyedihkan.
Benar2 bodoh. Masa depan negeri kita tidak tergantung padanya, dan kau ingin menyia-nyiakan hidupmu?
Menteri Lee jalan keluar tapi Sun Joon membungkuk dan berseru, maafkan saya ayah. Saya mohon selamatkan anak itu.
Sun Joon menangis : sebuah dunia baru terbuka untuk saya, bukan dunia yang dipelajari dari buku, melainkan dunia yang ingin saya tinggali. Tapi dunia itu hancur dan saya tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apapun, jadi tolong bantu saya, ayah.
Menteri Lee : Apa kau ini anak-ku?
Lalu pergi meninggalkan Sun Joon yang masih berlutut dalam gelap.
Sementara Jae Shin dan Yong Ha minum-minum untuk melampiaskan kekesalan mereka. Yong Ha kesal, apa kubilang, aku tidak percaya Baginda.
Jae shin : Anak itu (Yoon Hee) pasti ketakutan setengah mati sekarang.
Yong Ha menoleh untuk minta arak lagi ketika ia melihat serombongan sarjana Konfusius (Yoorim) mengeluh karena tidak ada penginapan lagi karena banyaknya jumlah yang datang.
Mereka heran mengapa tiba2 dikumpulkan di ibukota oleh Menteri Perang. Salah seorang berkata mungkin Baginda membuat masalah dan Menteri Perang menginginkan bantuan kita.
Yong Ha heran, Menteri Perang memanggil Yoorim? Jika untuk akhir bulan…
Jae Shin sadar, pertemuan dewan.
Yong Ha setuju, itu hari pertemuan para dewan yang diselenggarakan Baginda.
Paginya, Menteri Kiri Lee mengadakan pertemuan dengan semua anggota partai Noron.
Menteri Lee mengusulkan agar mereka mendukung kepindahan ibukota ke Hwaseong. Jika kita, Noron, mendukung rencana pemindahan ibukota ke Hwaseong, dimana Putera Mahkota Sado dikuburkan, maka Baginda tidak akan menggunkan masa lalu untuk menekan kita lagi.
Seperti yang diduga, anggota partai Noron tidak setuju. Mereka ingin menunggu Menteri Perang dalam pertemuan dewan. Kami perlu pemimpin yang akan bangkit melawan Raja dan melindungi kami, Tuan. (yah seperti itulah Noron-Byeokpa, selalu menentang Raja, mereka ada di pihak Nenek tiri Jeongjo/ Istri kedua Yeongjo) Semuanya pergi meninggalkan Menteri Kiri Lee.
Cho Sun duduk sendiri dan mengingat semua pertemuannya dengan Kim Yoon Shik. Saat Yoon Shik menutup bajunya, saat Yoon Shik minta maaf atas kejadian open house, saat Yoon Shik menolaknya dengan halus, maafkan aku Cho Sun, aku tidak pantas untuk orang secantik dan sebaik dirimu.
Cho Sun memandang bayangannya di cermin.
Di kampus, Yong Ha dan Jae shin sibuk menyusun rencana untuk mengikuti para sarjana Konfusius di penginapan mereka. Lalu seorang penjaga melapor, seorang gisaeng cantik datang untuk mengirimkan surat cinta pagi-pagi sekali. Ah sungguh indah masa muda..
Penjaga itu mengulurkan tangan. Yong Ha tersenyum dan memberikan uang, lalu penjaga memberikan surat. Yong Ha membukanya, ini dari..Cho sun? Lalu Yong Ha menunjukkan pada Jae shin.
Cho sun…?
In soo bersama ayahnya. Byung Pan berencana membawa Kim Yoon Shik di depan para pelajar, ia punya orang yang akan melakukannya.
In Soo : Apakah dia Hong Byuk Seo waktu itu?
Menteri Ha : Orang ini sangat bisa dipercaya dan tidak pernah melanggar perintahku sekalipun.
Tiba-tiba, seseorang datang, saya tidak bisa lagi mematuhi perintah anda.
In soo menoleh dan kaget, Cho Sun! datang bukan dengan hanbok gisaengnya tapi dengan baju Hong Byuk seo, tanpa penutup muka dan jelas-jelas berbahaya.
Byung Choon syok, Ketua..ketua..bukankah itu Cho sun? In soo tidak bisa menjawab dan hanya memandang Cho sun dengan bengong.
Menteri Ha marah, kau..bagaimana dengan gadis itu? Bukankah aku memerintahmu untuk membawa gadis itu di depan para pelajar?
Cho Sun : Tuan, anda tidak akan bisa pergi juga. Karena saya tidak akan membiarkan anda lewat.
In soo selama itu diam saja dan sepertinya masih mencerna, apa sebenarnya yang terjadi. Menteri Ha memberi aba-aba pada pasukannya, serang!
Pasukan Menteri Ha langsung maju dan menyerang Cho Sun.
Cho sun menghunus pedangnya dan mulai bertempur. Cho Sun sepertinya terdesak, ia kalah jumlah. Menteri Ha tersenyum dingin.
In Soo tidak tahan lagi dan maju menghalangi pasukan yang akan menikam Cho Sun. Mereka langsung menahan tombak mereka, karena takut melukai In Soo.
Menteri Ha : Apa yang kau lakukan? Pergi dari situ!
In Soo teriak : Apa yang sudah kau lakukan padanya selama ini? (ok, Cho Sun adalah cinta pertama In Soo, jadi no wonder kalau In Soo bereaksi seperti itu. Tapi baguslah..)
Menteri Ha : Pergi! Aku yang akan mengurusnya.
In Soo melihat ke arah Cho Sun : Tidak! Sekarang setelah aku tahu, aku tidak akan mengijinkan kau melakukannya.
(Ada proses bertahap dalam diri In Soo, pertama pengakuan Yong Ha, kemudian ayahnya menangkap Sun Joon/In soo tidak setuju ini, In soo ditinggal oleh dua anak buahnya, In Soo ditinggal oleh semua siswa SKK, dan puncaknya In Soo melihat Cho Sun akan terbunuh di depannya, so it’s enough dan In soo akhirnya membuat keputusan. Seperti kata Jae shin, bagaimanapun, dia siswa SKK)
Menteri Ha : Biarkan aku lewat! aku harus bertemu para sarjana!
In soo tidak beranjak dan tetap memeluk erat Cho Sun. Byung Choon maju dan melindungi In Soo dan Cho sun dari pasukan. Saat pasukan terus merangsek maju, tiba-tiba…Moon Jae Shin tiba!
Jae shin : Mau lewat? Aku tidak mengijinkannya. Aku bukan orang yang melakukan hal-hal yang tidak aku inginkan.
Jae shin nyengir dan menoleh pada In soo, untuk pertama kalinya, kau bertindak seperti manusia. (well, itu pujian lo..)
Menteri Ha murka : Singkirkan mereka!
Jae shin langsung maju menyerang…
Sementara Yong Ha susah payah menahan pintu yang terus digedor oleh Om-om sarjana Konfusius itu. Yong Ha pusing bukankah seharusnya pesannya sudah sampai? mengapa sampai sekarang Prof Jung belum datang?
Yong Ha heran, mereka ini kerjanya cuma duduk dan belajar tapi mengapa demikian kuat? Para sarjana terus menggedor pintu dan ingin bertemu Menteri Perang, serta ingin tahu kondisi Sungkyunkwan,
Akhirnya Yong Ha tidak tahan lagi dan melepaskan pintu, para sarjana bisa keluar dan melihat Yong ha dengan marah.
Yong Ha mengaku sebagai profesor dan ditugaskan disini oleh Menteri Perang. Yong Ha senyum manis pada mereka plus berkedip.
PM Che Jegong berkata sudah waktunya menuju ke lokasi sidang. Yoon Hee duduk dan menunggu dengan tegang, ia dikurung oleh Baginda.
Sun Joon menghadap Jeongjo,
Sun Joon : Kim Yoon shik..bukan Kim Yoon Hee, saya datang untuk meminta agar anda membuangnya saja, dan saya juga minta agar anda membuang saya juga, karena impian Yang Mulia mengenai Joseon baru tidak memiliki harapan. Alasan Yang Mulia menyerah membela Yoon Hee, bukan karena dia tidak menghargai hukum negara dan lima prinsip (Kong Hu Cu) dengan menyamar dan masuk Sungkyunkwan.
Tapi, karena dia ada di jalan reformasi yang diimpikan Yang Mulia. Orang yang tidak menghargai dasar hukum adalah anda.
Jeongjo : Aku pasti sudah terlalu memanjakanmu.
Sun Joon : Bukannya perjuangan untuk rakyat tapi perjuangan melawan partai Noron? Apakah dunia yang anda impikan adalah untuk rakyat atau untuk kekuatan anda sendiri?
Jeongjo : Cukup! sudah cukup.
Sun Joon mengembalikan kompas hadiah Baginda. Jika jarum kompas tidak lagi bergerak, maka kompas ini tidak akan bisa menunjukkan arah yang benar. Nasihat yang anda berikan pada saya. Sekarang saya kembalikan pada anda.
Sun Joon membungkuk dan jalan keluar. Jeongjo menghela nafas dan melihat kompas itu, ternyata sudah rusak. Dipecahkan oleh Sun Joon.
Sun Joon jalan di sepanjang koridor Daejeon dengan muka muram. Mungkin Sun Joon bertaruh untuk sekali ini mempercayai Raja, bagaimanapun keputusan Lee Sun Joon tidak pernah salah kan selama ini, semoga kali ini pilihannya berharap pada Raja juga tidak salah.
Sekarang kembali ke Gu Yong Ha dengan rombongan Yoorim-nya (Om-om sarjana Kong Hu Cu). Mereka ingin sekali menerobos dan melewati Yong Ha tapi Yong Ha tetap menahan pintu.
Seorang sarjana teriak2, dasar berandal kecil! apa kau tahu siapa aku? Aku adalah putera kedua dari Menteri Keadilan dan Penghukuman, aku Gu Chang Seo! Gu Chang Seo! (lah ini kan yang silsilah-nya dibeli ama papinya Yong Ha itu hehe..kebetulan dong..)
Gu Yong Ha tersenyum senang, apa anda Bangsawan Gu yang tinggal di Jalan Pohon Persik di Myungryunbang? Yong Ha langsung memeluknya dengan hangat, Saya Gu Yong Ha, paman! hahaha
Yong Ha : Apa kau tahu, setelah gagal terus di ujian negaramu, kau memasukkan keluarga kami ke dalam silsilah anda setelah menerima tanah sedikit.
Gu Chang Seo terbata-bata, itu, itu, itu…dia salah tingkah karena ketahuan ngga lulus ujian.
Yong Ha menghela nafas, ya aku tahu, itu adalah tindakan pengorbanan yang merupakan ajaran Konfusius untuk anak menyedihkan seperti aku. Aku yang sudah tidak bisa masuk Sungkyunkwan karena status rendahanku. Yong Ha manis mulai mengusap matanya, menangis (baca: pura-pura)
Gu Yong Ha membuat tulisan di udara (kalau kata anakku magic finger hehehe) : Yoo gyo mu ryu
Belajar itu sama untuk semua orang. Ini adalah analek dari Wei Linggong, anda mengingat itu?
Para Yoorim : Tentu saja, kami ingat!
Yong Ha : Anda sungguh memberi pencerahan pada saya. Yong Ha membungkuk. Gu Chang Seo bingung, benarkah?
Gu Yong Ha’s magic finger : Deuk cheo ha young jae yi gyo yook ji.
Kegembiraan mengajar seorang yang pintar adalah salah satu dari tiga kegembiraan pelajar. Itu adalah ajaran guru Mencius/ Meng Tzi.
Para Yoorim mengangguk-angguk, ya ini ajaran guru Meng Tzi.
Gu Chang seo berkata, aku mengambilmu di bawah sayapku untuk mengajarimu tentang Konfusius dan Meng Tzi (ha!)
Yong Ha menyindir : Anda tidak melupakan pengajaran ini bahkan sebelum tinta yang anda gunakan untuk menulis kembali daftar silsilah keluarga mengering, kan? Jika kita harus membahas kualifikasi pelajar Sungkyunkwan, maka paman dan saya adalah yang pertama harus dihukum.
(dengan kata lain, kalian sama sekali tidak ingat pelajaran apapun dari Sungkyunkwan, baik Meng Tzi, Kong Hu Cu, maupun Wei Linggong, tapi kalian sok jago ingin memberikan pendapat dalam pertemuan dewan dengan menteri perang untuk menentukan kualifikasi Sungkyunkwan, apa ngga salah? Padahal kalian kalah dengan anak kelas rendah seperti aku, yang katanya bukan bangsawan? apa ngga malu sama jenggot? yah mungkin seperti itu kira2 maksud Gu Yong Ha.)
Prof Jung Yak Yong sudah datang dan mendengar percakapan mereka dari balik pintu dan tersenyum geli, Sepertinya anak itu bukan penonton dalam kerumunan orang lagi. Pelajar Gu Yong Ha, Lulus. (Jadi sekarang Gu Yong Ha sudah punya pendirian, bukan hanya penonton dan komentator saja.)
Menteri Ha sepertinya berhasil lolos dari kepungan Jae shin, In Soo, dan Cho Sun. (Byung Choon tidak masuk hitungan, karena sepertinya ngga bisa berkelahi) dan jalan pergi ke pertemuan di istana dengan dikawal.
Yong Ha jalan berputar-putar dan menemui Jae shin, mana menteri Perang?
Jae shin berkata dia pergi untuk pertemuan dewan. Kita sudah susah payah menghentikan pertemuan para sarjana. Sekarang..semua tergantung pada Baginda.
Jeongjo mengadakan pertemuan dengan anggota dewan.
Jeongjo : Aku mengerti kalian menolak memindahkan ibukota ke Hwaseong. Ini adalah impianku yang tidak akan kulepaskan. Karena kekerasan hati kalian tidak ada gunanya,
Aku..sudah menemukan senjata rahasia yang akan membungkam keberatan kalian.
Geum Deung Ji Sa.
Menteri Lee lemas, dan semua anggota dewan gempar dan pucat.
Jeongjo melanjutkan, senjata rahasia ini yang bisa menekan Noron karena sudah melakukan tindak kejahatan dan untuk mewujudkan impianku.
Menteri Ha masuk, saya Menteri Perang Ha Woo Gyu menghadap anda, Yang Mulia.
Jeongjo melanjutkan, ini disini. Jeongjo menepuk kotak Geum Deung Ji Sa.
Menteri Ha memotong, Yang Mulia, itu…
Jeongjo marah dan membentak : Aku belum selesai berbicara, Menteri Perang!
Menteri Ha : Saya tahu bahwa Geum Deung Ji sa …
Jeongjo : Geum Deung Ji Sa..tidak ada…Seolah-olah hanya ingin mencemooh impianku.
Semua terperanjat, Menteri Ha apalagi. Ia sebenarnya ingin menggunakan ini untuk membongkar identitas Kim Yoon Shik, tapi siapa sangka Baginda berkata tidak ada Geum Deung Ji Sa.
Jeongjo kesal sekali dan berkata dengan tegas : Aku tidak akan mundur untuk mewujudkan mimpiku pindah ke Hwaseong. Karena pertempuran ini bukanlah melawan kalian, tapi pertempuran ini untuk rakyatku. Aku berniat mewujudkannya sampai akhir.
Setelah pertemuan usai, para Menteri keluar dari ruangan, ada Menteri Lee, Ha, dan beberapa anggota Noron, mereka tidak mengerti, Geum Deung Ji sa tidak ada..?
Tiba-tiba Kepala Inspektur/Menteri Keadilan Moon berseru memanggil Menteri Perang, Tuan!
Menteri Moon : Saya menyampaikan perintah Raja untuk menahan anda. Sebagai dalang dibelakang pencurian surat wasiat mendiang Raja (Yeongjo)
Byung Pan kaget sekali: Apa..apa katamu?
Jeongjo benar2 keren, meskipun ia harus mengorbankan Geum Deung Ji Sa, tapi ia tetap bisa membangun Hwaseong, menyelamatkan putri sahabat karib/ sekaligus gurunya nya, dan membalas kematian sahabatnya. Bravo Jeongjo!
Yoon Hee menghadap Jeongjo. Baginda membakar Geum deung Ji Sa itu di depan Yoon Hee. Yoon Hee hanya menunduk, ia sadar apa yang dikorbankan Baginda demi dirinya.
Jeongjo : katakan kau akan berjanji padaku. Bukan kematianku yang menyedihkan dan bukan hidupku yang singkat, tapi impianku…Masa depan tanah ini, yang sudah lama aku inginkan. Apa kau akan mengingatnya selamanya? sehingga..aku juga akan hidup dalam ingatanmu?
Yoon Hee terharu : saya akan melakukannya, Yang Mulia.
Keduanya tersenyum.
Yoon Hee keluar dari Daejeon dan bertemu Menteri Kiri Lee di koridor. Yoon Hee terperanjat dan Menteri Lee menatap tajam. Yoon Hee membungkuk. Menteri Lee menerima Yoon Hee di kantornya.
Menteri Lee : Menyamar dan masuk ke Sungkyunkwan? Kau jauh lebih berani dari yang kubayangkan. Agar kau tidak jalan dalam jalan yang zigzag/tidak beraturan, kau akan berlaku waspada padaku, benar kan? Itu akan sulit dilakukan, karena meskipun kedua matamu terbuka, kau bisa membuat kesalahan, itulah hidup.
Tidak akan mudah sendirian. Jadi, apa kau mau ada di samping putraku?
Yoon Hee kaget dan mengangkat wajahnya perlahan.
Menteri Lee : Apa keinginan pria tua ini terlalu banyak?
Yoon Hee tidak percaya pendengarannya, tapi sekaligus lega.
Di bawah pohon ginko, lambang Sungkyunkwan, Sun joon menemui Jae Shin, terima kasih, Sahyung.
Jae shin : Ini yang terakhir kalinya, mulai sekarang adalah giliranmu. Agar aku tidak mencemaskan anak itu lagi. Kau harus melakukannya dengan baik sampai akhir.
Sun Joon : Aku tidak akan pernah melupakan perhatianmu selama ini, terima kasih.
Jae Shin tersenyum : Cukup, kau membuatku malu.
Hei..sekarang Jae Shin sering senyum…sudah berdamai dengan dirinya sendiri dan ia seperti lahir kembali. Ah..kenapa novel yang kedua tidak dilanjutkan, Moon Jae Shin menikah…
Yong Ha menemui mereka (catatan, Yong Ha tidak bisa jalan tanpa putar2 atau loncat-loncat hahaha), apa yang kalian lakukan disini?
Yong Ha : Ayo! tamu kehormatan sudah tiba. Ayo! Daemul ada disini. ayo pergi!
Yong Ha merangkul Sun Joon dan Jae shin dan mengajak mereka menemui Yoon Hee.
Tapi Jae shin menarik kerah baju Yong Ha,
dan berkata pada Sun Joon : Kau pergi saja duluan. Sun Joon tersenyum dan pergi.
Yong Ha masih ingin ikut, Jae shin berkata : Ini bukan sesuatu yang harus kau campuri.
Yong Ha cemberut lalu melihat Jae shin dengan senyum dan meletakkan tangan di bahu Jae shin, lalu, apa tempatku disini?
Jae shin sebal tapi geli, apa? Ia main-main dan memukul Yong Ha. Keduanya saling berangkulan dan senyum lebar.
Yong Ha : Ayo, kita pergi.
Sun Joon masuk ke perpustakaan dan mencari Yoon Hee. Mengingat setiap sudut perpustakaan yang berkesan mendalam bagi mereka, mengingat kata2 Yoon Hee di penjara dan akhirnya menemukan Yoon Hee di sudut.
Sun Joon : Apa kau melihat beruang yang pintar?
Yoon Hee kaget dan senyum : Wang Seo Bang?
Keduanya berhadapan dan senyum lebar.
Lalu waktu berlalu….tidak tahu berapa lama…
Gu Yong Ha jalan bersama seorang wanita, sepertinya Gisaeng paling cantik saat itu. Cho sun sepertinya sudah pensiun dan mungkin sekarang bersama In soo. Sayang kenapa In soo tidak disinggung ya..
Yong Ha sekarang designer hanbok ternama. Ia jalan dengan wanita itu dan mencarikan bahan untuk hanboknya. Sambil membuka baju atasan wanita itu dan mencocok-kan warnanya.
Yong Ha : Warnanya tidak sesuai denganmu. Wajahmu terlalu tradisional untuk mengenakan rancanganku.
Wanita itu tanya, kudengar kau dulu siswa Sungkyunkwan. Darimana kau punya keahlian ini?
Yong Ha : aku terlahir dengan itu. Aku Gu Yong Ha.
Tiba-tiba dari langit jatuh selebaran warna biru.
Yong Ha : Ini Cheong Byuk Seo! Teman ini beraksi lagi.
Lalu seseorang dengan busana hitam-hitam lari di atas atap rumah2 penduduk. Seorang Kapten Uigyeombu lari mengejarnya dan berhasil menghadangnya di atap.
Keduanya bertempur, sinar bulan menerpa wajah sang Kapten, Moon Jae shin!
Jae shin mengalahkan Cheong Byuk Seo dan membuka topengnya. Jae shin terperanjat! seorang gadis! Lalu hik! hik! Jae shin belum sembuh hahaha…
Untuk menutupi kecanggungan-nya, Jae shin mengeluarkan pesan biru dan menunjukkan kertas itu di muka gadis itu.
Jae shin : Lihat ini! Tulisan jelek ini, jika kau meneruskannya, ini akan jadi kebiasaan.
Kertas itu sudah penuh dengan coretan Jae shin disana-sini mengoreksi tulisan Cheong Byuk Seo! hahaha..Jae shin ini perfeksionis juga.
Wajah Cheong Byuk Seo kelihatan kesal tapi heran. Menurutku, Cheong Byuk Seo ini bukan anak yang mirip cewek di ep 5, soalnya anak itu seangkatan dengan Yoon Hee kan, jadi pasti sudah lulus dan Cheong Byuk Seo ini anak angkatan baru.
Jae shin melepaskannya dan jalan, lalu ngomel, apa yang diajarkan Sungkyunkwan dengan anak-anak ini sekarang? Aku belum melihat pesan yang ditulis dengan bagus. Hik!
Jae shin menoleh lagi, tapi Cheong Byuk Seo sudah menghilang. Jae shin kaget lalu menyeringai geli.
Sungkyunkwan…
Sekelompok siswa mengikuti seorang Profesor mungil dan mereka menanyakan sesuatu, Prof itu menoleh, dan tarra…Prof Kim Yoon shik.
Yoon Hee akan menjawab pertanyaan mereka ketika Seorang prof galak datang dan merampas kertas tes mereka.
Prof Lee Sun Joon meneruskan kata2 Yoon Hee : Jika kau hanya belajar, tapi gagal berpikir sendiri maka otakmu akan mengeras menjadi batu.
Yoon Hee dan Sun joon berpandangan dengan dingin.
Prof Sun Joon : Jika kalian tidak mau berpikir sendiri dan menghabiskan waktu mengikuti guru kalian, maka kalian tidak bisa dikatakan sebagai pelajar. Dan, kalian tidak lulus!
Kalian terus saja melihat wajah guru kalian. kalian, tidak lulus!
Prof Kim Yoon shik : Karena terus bertanya tentang pengetahuan adalah dasar pembelajaran. Pelajar ini lulus.
Direktur Choi muncul dan mendorong para siswa. Ia marah2 pada Prof Lee Sun Joon dan Prof Kim Yoon Shik, tidak mengajar atau mengurus siswa, kalian berdua selalu bertengkar. Aku sudah dilewati lagi untuk kesempatan transfer (naik pangkat) karena gagal mengatur para dosenku, Sampai kapan kalian akan terus bertengkar? Dewasalah..dewasalah..kalau begini kapan aku bisa masuk ke Agen Pusat sebelum aku mati?
Lalu Direktur Choi menoleh ke arah para siswa, ini bukan demi keuntungan pribadiku, tapi demi kebaikan Sungkyunkwan.
Prof Lee dan Prof Kim saling berpandangan dan pergi ke arah yang berlawanan, meninggalkan Direktur Choi mengoceh sendirian. Ketika Direktur Choi berbalik, kedua Prof itu sudah menghilang. Ia hanya mendengus kesal.
Malamnya, Yoon Hee mengenakan hanbok tipis dan mengusap/ mengecek lukisan. Yoon Hee kaget, berdebu.
Yoon Hee : Aku percaya Prof Lee Sun Joon bertugas bersih-bersih hari ini. Kau bukannya melakukan tugas bersih2mu tapi justru cemburuan. Bagaimana kau bisa menerima tanda lulus sebagai suami?
Sun Joon mendekat, lalu apa ini bisa dikatakan “Lulus”? dan mengecup bibir Yoon Hee.
Yoon Hee menutup bibir Sun Joon dengan jarinya dan meniup lilin.
Keduanya langsung “berbisnis” dan Yoon Hee tanya, ada apa denganmu hari ini?
Sun Joon : Tunggu sebentar dan meraih buku merah dari Yong Ha. Aku masih belum pengalaman.
Yoon Hee menahan ketawa : Sampai kapan kau akan menggunakan buku itu?
Sun Joon : Oh ini dia.
Sun Joon : Oh, bukan ini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar