Jumat, 16 Desember 2011

sinopsis sungkyunwan scandal episode 18 part 2

(ikutan nangis pas Yoon Hee tahu dari adiknya, betapa ayahnya itu bahkan sengaja untuk duduk dekat pintu dan membaca dengan suara yang keras agar Yoon Hee kecil yang selalu diam-diam ikut belajar diluar dapat mendengarkan dengan jelas….. dan ayahnya rela mengorbankan nyawa demi Geum Deung Ji Sa dengan harapan New Joseon benar-benar terwujud demi putrinya yang berbakat).

Yong Ha memberi ide untuk mencoba melihat peta Skk.
Yoon Hee pergi ke perpustakaan, gulungan peta ada di rak paling atas, ia mencoba menjangkaunya tapi tangannya tidak sampai. Tiba-tiba Sun Joon sudah disampingnya membantu mengambilkan.
Yoon Hee tersenyum berterimakasih.
Sun Joon memegang tangan Yoon Hee yang kini tidak memakai cincinnya lagi, Yoon Hee menarik tangannya.

Kayaknya Yoon Hee gak ngeh kalo Sun Joon hancur hatinya melihat cincinnya dah gak dia pake lagi, ia malah mencurahkan isi hatinya soal ayahnya, “Aku hanya berpikir itu hal yang harus aku lakukan. Aku selalu marah pada Ayah karena menolakku. Namun kenyataannya, akulah orang yang tidak mencoba mendekat pada ayahku. aku .. ingin menemukannya. Aku ingin tahu mengapa ayahku sangat ingin menemukan Geum Deung Ji Sa.” airmata Yoon Hee mulai mengalir,
“Ini mungkin akan menjadi yang pertama dan terakhir kali aku memiliki kesempatan untuk memahami ayahku. aku telah membuat ayahku kesepian terlalu lama…Itulah sebabnya aku .. “ Yoon Hee tidak melanjutkan kata-katanya saat Sun Joon mulai menghapus air mata dipipinya.
“Itu sudah cukup ... Kau tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, aku mengerti. Aku janji, tidak peduli bagaimanapun caranya, kita akan menemukan Geum Deung Ji Sa.” Kata Sun Joon tersenyum pada Yoon Hee, Yoon Hee juga membalas tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

Menteri Ha mendatangi menteri Lee, ia meyakinkan menteri Lee bahwa Petugas Yoon telah dibungkam dengan uang. Ia yang merasa keadaan sudah kembali normal lalu ingin membicarakan soal pernikahan anak-anank mereka.
“Beritahu putramu…. Ya ... “
Menteri Ha mengangguk dengan senang, tapi kemudian mungkin dia mikir kok putra, haha. Ternyata menteri Lee membicarakan soal Geum Deung Ji Sa.
“Raja memerintahkan pelajar Sungkyunkwan untuk mencari Geum Deung Ji Sa?” Tanya Menteri Ha kaget.
Menteri Lee lalu minta agar In Soo selaku Presiden pelajar mengawasi mereka. Menteri Ha mempertanyakan mengapa bukan Sun Joon , melihat Menteri Lee diam saja ia bisa menerka bahwa Sun Joon adalah salah satu yang mendapat tugas dari raja itu. “bukankah aku sudah katakan? Jika kita lebih cepat melaksanakan pernikahan dan menyuruhnya meninggalkan Sungkyunkwan, semua ini tak akan terjadi ... “
“Apakah Kau mengatakan pernikahan, Menteri Perang? Apakah Kau benar-benar tidak tahu apa sumber dari semua masalah ini?” Tanya menteri Lee tajam
“T..tuan ... “
“jangan menyebutkan perkawinan lagi. Aku tidak akan pernah menjadi keluargamu.”
“Tapi tuan!”
“Ini keluar dari mulutku. Apakah aku harus mengulangnya lagi?” bentak menteri Lee, menteri Ha langsung mengkeret.
Sepulang dari rumah menteri Lee, Menteri Ha mendatangi rumah Gisaeng. Ia terus ngedumel sendiri, “Apa dia lupa siapa yang membantunya mencapai posisinya yang sekarang? beraninya dia mempermalukanku dan putriku! Sekarang saatnya untuk memberitahunya siapa aku.” lalu tertawa terbahak-bahak, sementara Cho sun diam saja menuangkan minuman.
Menteri Ha lalu membuat rencana untuk segera menangkap Hong Byuk Seo , ia memegang tangan Cho Sun, “Ada sesuatu yang harus kau lakukan.”
“tuan... “ sepertinya Cho Sun mau menolak? tapi pembicaraan terputus dan menteri Ha buru-buru melepaskan tangan Cho Sun saat tiba-tiba In Soo masuk, “anda memanggilku, Ayah?”
sementara itu Sun Joon mencari di mana rumah Petugas Yoon, ia menemukannya namun pintu rumahnya terkunci rapat. Dengan berbekal gambar sketsa wajah petugas Yoon, Sun Joon menanyai orang-orang tapi sepertinya tidak mudah.

Sementara itu, di ruang rahasia, mereka terus menunggu Sun Joon yang tak kunjung datang.
“Lee Sun Joon bukan orang yang suka terlambat. Seperti dugaan, pasti sulit baginya.” kata Yong Ha yang sudah bosan menunggu
“kita tunggu lima belas menit lagi. Dia bukan tipe orang yang melanggar janjinya.” jawab Jae Shin menenangkan Yong Ha
Yong Ha tersenyum, “Bukankah manusiawi melanggar janji? Tidak peduli seberapa besar mimpi Raja, tetap tidak akan mudah bagi seorang putra mengungkap kejahatan ayahnya sendiri. Aku benar-benar memahami Lee Sun Joon.”
Yoon Hee mendengarkan tanpa sepatah kata, ia terlihat khawatir, Jae Shin menoleh padanya.
In Soo menadapat laporan dari para kronimya bahwa Sun Joon Cs mencari-cari sesuatu dari peta dan blueprint Sungkyunkwan.

Minus Sun Joon, akhirnya F4 tetap melanjutkan diskusinya.
“Sebuah tempat di mana pembelajaran ditegakkan, yang berkaitan dengan belajar ... Pertama, ada Myungryundang Ruang kuliah Sungkyunkwan” Yong Ha menunjuk bangunan di siteplan Sungkyunkwan.
“Ada juga Jonkyung-gak (perpustakaan Sungkyunkwan)” lanjut Yoon Hee juga menunjuk bangunan yang ia maksud.
“Jangan lupa juga tempat untuk ujian pegawai negeri sipil, Daeseongjeon” Jae Shin menambahkan.
“Tetapi langkah berikutnya menjadi masalah. Myungryundang, Jonkyung-gak, dan Daeseongjeon, semua itu tempat dimana pembelajaran ditegakkan. Tapi kita tidak bisa menggali tanah disana, Itu buang-buang tenaga.” timpal Yong Ha
“Ada satu lagi petunjuk. "Sebuah bangsa di mulai."
Mereka menyimpulkan Sebuah bangsa dimulai = altar leluhur, dan mereka mulai mencari di mana tempat yang ada altar untuk leluhur di dalamnya, yaitu Myungryundang , Jonkyung-gak, dan ditempat yang sulit dimasuki, Daeseongjeon. Tapi tetap tidak menemukan apapun.
“Tempat belajar dipimpin, dan di mana bangsa dimulai. Tepatnya di mana?” Yong Ha berpikir keras, ia mengeluh harus ngubek-ngubek seluruh ruangan yang ada di Sungkyunkwan, lalu memberi ide, “Bagaimana jika kita beritahu pelajar lainnya?”
“Ini adalah perintah raja. Sebuah perintah rahasia.” Jae Shin mengingatkan
“Aku hanya bercanda. kau menganggapnya serius, Aku merasa malu, bocah.” Yong Ha rada ngambek sama Jae Shin, haha, mirip adik cewek ngambek ma abangnya….
“Kode rahasia tidak digunakan untuk menyembunyikan Geum Deung Ji Sa. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk membuat kita tahu keberadaannya. Aku akan mencobanya dari buku Classic lagi.” Yoon Hee mencoba menengahi, menurutnya, Tersembunyi di suatu tempat di Sungkyunkwan adalah jawaban untuk teka-teki dan kode rahasia ayahnya, jadi ia yakin akan menemukan jawabannya.

Yong Ha berjalan sambil melompati sesuatu, wkwkwk, Yong Ha nih pecicilan, kebanyakan energi kali ya dia…..ia lalu berhenti dengan kaget saat dihadapannya ada In Soo Cs.
“Mengapa kau begitu terkejut, Yeorim? Seolah-olah kau sedang tertangkap basah melakukan sesuatu yang buruk. Apa yang kau lakukan? Mencuri? Main perempuan?”
“Bermain dengan laki-laki?” Tanya Go Bong, wkwkw, langsung disuruh diem ma Byun Choon
“Kau pasti masih menikmati bergaul dengan Lee Sun Joon dan Moon Shin Jae, Yeorim?” Tanya In Soo
“Ah, tentang hal itu. Aku menyukainya lebih dan lebih.” Yong Ha tersenyum menepuk pundak In Soo dan berbalik pergi
“Aku dengar kau bekerja keras ... mencari-cari sesuatu dari blue print dan dokumen rahasia Sungkyunkwan” Tanya In Soo lagi menhentikan langkah Yong Ha, Yong Ha berbalik melihat ke In Soo
In Soo diatas angin, ia melanjutkan perkataannya, “Mengapa? Apakah Kau bermain berburu harta karun? Mertimbangkan masa lalu kita, Aku akan memberimu nasihat. Kau jangan bersama mereka. Kau berbeda dari mereka. sekarang masih belum terlambat. Kau harus ... “
Yong Ha memotong perkataan In Soo, “Apakah kau tahu bahwa aku orang yang berpakaian paling modis di Joseon?” Tanya yong Ha sambil melintir-lintir tali topi In Soo, Go Bong ngangguk-nganguk… lucu nih perannya Go Bong, dia polos, sayang gabung ma orang yang salah.”Aku hanya akan memberitahumu sebuah rahasia. Makin banyak pakaian yang tidak cocok kau pakai, semakin berani kau mengenakannya bersama-sama.” Yong Ha menunjuk pakaian In Soo, “ Jangan lupa. Apa yang kau pakai sekarang ... agak norak.”katanya lagi sambil nunjuk-nunjuk hidung In Soo, Yong Ha pun pergi sambil tidak lupa berputar-putar dulu, wkwkwk.

Malam itu Sun Joon masih mencari petugas Yoon, ia kali ini mendatangi rumah judi. Sun Joon menaruh kertas sketsa wajah petugas Yoon di meja orang yang asyik berjudi, boro-boro orang pada mo liat tuh kertas, yang ada pada marah karena ngerasa terganggu.
dan puncaknya ia terlibat perkelahian yang berujung dikeroyok orang banyak.
Saat ditendangi, Sun Joon malah terseyum miris. kira-kira apa yang ada dipikaiannya? apakah ia merasa layak menerimanya karena merasa bersalah atas kelakuan ayahnya pada Yoon Hee?
Yoon Hee terus berkutat dengan buku-buku yang ada di perpustakaan, ia sangat serius membaca-baca isi halaman buku saat tiba-tiba Jae Shin menaruh gumpalan kertas dihalaman yang sedang dibacanya. Yoon Hee melihat Jae Shin dengan pandangan bertanya-tanya, tapi tiba-tiba masuk Yong Ha terburu-buru, ia memberitahu sesuatu terjadi pada Sun Joon.
Yoon Hee dan Jae Shin melihat kearah Yong Ha dengan wajah terkejut
Mereka bertiga bergegas mereka pergi, keadaan rumah judi sudah kosong, yang terlihat hanya Sun Joon yang duduk, dan Gisaeng (yang tempo hari dikasih cincin ma Yong Ha) yang berdiri.
Yoon Hee terkejut melihat wajah Sun Joon yang babak belur, Jae Shin langsung menoleh pada Yoon Hee ingin melihat reaksinya.
“Apakah Kau Lee Sun Joon yang aku kenal? Kau mencari Petugas Yoon?” Tanya Yong Ha duduk dihadapan Sun Joon. Yoon Hee terduduk lemas.
“Aku tidak bisa membuang-buang waktu mencoba untuk memecahkan teka-teki yang tak terpecahkan.” jawab Sun Joon
“tubuh bereaksi lebih cepat dari pikiran ... Ini tidak seperti Lee Sun Joon. Alasan mengapa kau menanggung semua ini mencari Petugas Yoon, apakah untuk mencari Geum Deung Ji Sa, atau untuk membuktikan ketidakbersalahan ayah mu?” Tanya Yong Ha lagi, Yoon Hee menatap Sun Joon dengan wajah sedih.
“Yang ingin aku tahu adalah kebenaran tentang apa yang terjadi pada malam sepuluh tahun lalu.” jawab Sun Joon yakin.
“Aku akan bertanya satu hal. Jika kita menemukan Geum Deung Ji Sa, Lee Sun Joon, Kau mungkin tidak bisa hidup sebagai putra Menteri Negara lagi. Apakah itu tidak apa-apa bagimu?” Tanya Yong Ha lagi.
Sesaat Sun Joon terdiam, ia melihat ke arah Yoon Hee, “itu lebih baik dari pada hidup sebagai putra penjahat yang membunuh kakak dan ayah temanku sendiri “

Dengan mata berkaca-kaca Yoon Hee keluar dari sana, Sun Joon langsung menyusulnya, ia menahan Yoon Hee.
“Jika itu demi aku, kau harus berhenti sekarang. Aku bahkan tidak bisa mengingat wajah ayahku, walau hatiku masih terpilih dengan sakit. Sedang bagimu Lee Sun Joon, ayahmu berarti lebih dari itu. Jadi, ini cukup. Kau bisa berhenti karena aku tidak tahan melihatnya lagi.” jawab Yoon Hee kembali berjalan pergi.
Sun Joon langsung menyusulnya dan memeluknya dari belakang.”Aku ingin maafmu. Untuk kau yang telah menggantikan posisi ayahmu, menyamar sebagai pria untuk bertahan hidup dan untuk menjaga adik yang sakit. Untuk hari-hari kau kedinginan, kelaparan dan kesepian, aku ingin menundukkan kepalaku untuk pengampunan. Juga untuk hari-hariku, yang belajar di bawah atap yang hangat tanpa tahu apa-apa.”
Sun Jon melanjutkan lagi, “bahwa aku juga, tidak dapat memaafkan diriku sendiri. Bahwa aku minta maaf. Jika mungkin, aku ingin memutar kembali waktu dan mengembalikan semua hak istimewa yang aku nikmati. Jadi ampunilah aku. Aku mohon padamu.”
Yong Ha dan Jae Shin, sengaja tidak keluar dari tempat judi, mungkin ingin memberi ruang bagi Sun Joon dan Yoon Hee, mereka melewati waktu dengan bermain catur.
Yong Ha mengungkapkan keterkejutannya pada Sun Joon yang memilih berlawanan dengan ayah yang sangat dihormatinya.
Yong Ha menatap Jae Shin, “Kau tahu dengan sangat baik ... Bagaimana rasanya hidup membenci ayahmu sendiri ... lebih buruk dari siksaan neraka.” .
kata-kata Yong Ha mengenai di Jae Shin, ia merubuhkan bidak-bidak yang sedang disusunnya.
Menteri Lee duduk diruangannya, terus terngiang kata-kata Sun Joon yang menyatakan dengan tegas akan berdiri melawannya.

Di Istana, Raja bertanya pada prof. Jung tentang F4 Joseon. “Melihat bahwa mereka tidak memintaku untuk membantu, mereka pasti melakukannya dengan baik.” jawab Prof. Jung
“Entah bagaimana, aku merasa bahwa kode rahasia itu adalah pelajaran terakhir yang ditinggalkan oleh Profesor Sungkyunkwan Kim Seung Hun.”
“Pelajaran terakhir, menurut anda?”
“Tempat pembelajaran ditegakkan, dan di mana bangsa dimulai……Apa yang ia ingin ajarkan pada anak-anak, aku juga sangat ingin tahu, Prof. Jung.”

Sun Joon berhasil menemukan Petugas Yoon di gerbang kota, ia kesana atas petunjuk Yong Ha, “Petugas Yoon, pasti mendapat pemodal besar. Ia membayar semua hutang judinya dan pindah ke pedesaan.”
Sun Joon terus mengikuti petugas Yoon yang berjalan sambil menari-nari, tiba2-tiba sebuah panah melesat menancap di batang pohon hampir mengenai petugas Yoon. Bayangan hitam terlihat di atas sebuah atap dan berkelebat turun. Petugas Yoon ketakutan bersembunyi dibelakang Sun Joon.
Sun Joon berkelahi menghadapi orang bercadar hitam itu, dan ia mulai terdesak saat muncul JAE SHIN!!!!!!!.
Orang bercadar (Cho Sun) berhasil dikalahkan JaeShin, ia memelintir tangannya dan menoleh pada Sun Joon,
“Mengapa kau berjalan begitu cepat? Aku pikir aku akan mati karena berusaha mengejarmu.” Sementara Jae Shin berbicara pada Sun Joon, Cho Sun berhasil meloloskan diri, Jae Shin mengejarnya. Petugas Yoon diam-diam akan meinggalkan Sun Joon yang masih melongo menatap kepergian Cho Sun dan Jae shin. Tapi Sun Joon berbalik ke belakang dan langsung menarik kerah petugas Yoon, “Sepertinya aku sudah tertangkap.” kata petugas Yoon sambil nyengir, wkwkwk.
Jae Shin terus mengejar Cho Sun dan berhasil menarik cadarnya, Cho Sun kabur lagi tapi Jae Shin yang hanya ingin meyakinkan dugaannya kalau itu Cho Sun dan membiarkannya pergi.

Kembali di perpustakaan, Yoon Hee masih sibuk memikirkan arti kata dalam surat peninggalan ayahnya dan mulai menyambungkan kepingan-kepingan informasi yang didapatnya, “Dimana pembelajaran ditegakkan. Dimana bangsa dimulai….. Jalan yang dilewati dari kuil malam itu adalah jalan Young Yi Mun”
Yoon Hee lalu ingat perkataan Prof. Jung, “Raja terakhir awalnya menyembunyikan Geum Deung Ji Sa di Jongmyo…. Raja terakhir menempatkan Geum Deung Ji Sa di bawah Altar leluhur di Jongmyo dengan harapan bahwa suatu hari nanti, itu akan membantu Raja Jeong Jo dalam memperkuat kedaulatannya.
“Jongmyo? ….Tempat di mana bangsa dimulai. Jongmyo, tempat penyimpanan suci Altar leluhur raja-raja besar Joseon…. Tempat pembelajaran ditegakkan, Tempat di mana bangsa dimulai bukan Sungkyunkwan, tapi Jongmyo, tempat Geum Deung Ji Sa pertama kali disembunyikan.”
Yoon Hee langsung berlari keluar perpus menuju Jong Myo, melewati In Soo, dibelakangnya Byun Choon dan Go Bong melaporkan apa yang mereka lihat di perpustakaan.
In Soo cs langsung ke perpustakaan mencari tahu apa yang telah di temukan Yoon Hee, dan dari halaman-halaman buku yang terbuka dan peta akhirnya mereka mendapat jawaban, “Jongmyo”
Yoon Hee menatap bangunan Jongmyo.
Petugas Yoon diinterogasi oleh Sun Joon dan Jae Shin. “katakan, Apa yang sebenarnya terjadi pada malam sepuluh tahun yang lalu? Siapa yang memerintahkan pembunuhan atas Profesor Sungkyunkwan Kim Seung Hun dan Presiden Moon Shin Young?” Tanya Sun Joon
“Apa yang harus kita lakukan? kebiasaan lama ini anjing pemburu tidak akan membuka mulut sampai diberi makan.” Petugas Choi menjawab santai
Jae Shin tidak sabar, ia mencengkram leher baju petugas Yoon, “Kau hampir terbunuh! Pikirkan mengapa Gisaeng Cho Sun ingin mengakhiri hidupmu.!!”
“Gisaeng Cho Sun?”Seru petugas Yoon kaget
Sementara itu, Yong ha mentraktir para petugas Hanseongbu minum-minum ia bahkan memberikan banyak uang untuk mendapatkan informasi : petugas Yoon sering bertemu dengan Menteri Perang.
Menyadari bahwa Cho Sun pasti diperintah Menteri Ha dan ia terancam, petugas Yoon pun mengaku; “Orang yang mengendalikanku saat ini adalah Menteri Negara.”
“Apakah itu benar Menteri Negara yang memerintahkan kau untuk membunuh mereka? dengan balasan akta tanah?” melihat petugas Yoon hanya nyengir tanpa menjawab, Sun Joon kali mencengkram kerah Petugas Yoon. “Katakan!”
“Aku bukan orang yang bisa berbicara dengan kerah tercengkram, jadi lepaskan.” jawab petugas Yoon melepaskan tangan Sun Joon dari kerahnya, “tanpa mengindahkan permintaan Menteri Negara , orang yang memerintahkan aku untuk membunuh mereka adalah Menteri Perang. Setelah Menteri Negara mengetahui kebenarannya, ia memberi aku tanah akta untuk tutup mulut. Apakah itu cukup?”
Yong Ha dalam perjalanan kembali ke asrama dan memikirkan kemungkinan Mentri Perang sebagi dalang peristiwa 10 tahun lalu, saat melihat rombongan pengawal dari Kementrian Perang beserta In Soo menuju ke Jongmyo, dan bertanya-tanya mengapa.

Sun Joon ke perpustakaan melihat buku-buku yang berserakan di atas meja tapi tidak melihat Yoon Hee sama sekali.
“Kau belum menemukan Kim Yoon Shik? Apa yang kau lakukan, tidak akan mencarinya? Dia harus menjadi orang pertama yang mengetahui Menteri Peranglah dalang sebenarnya.” kata Jae Shin sambil membuka-buka buku di atas meja,
“alangkah leganya, demi kebaikanmu dan aku. Pasti melelahkan untuk membencimu selama sisa hidupku. “ kata Jae Shin lagi
Tiba-tiba Yong Ha masuk dan mencari-cari Yoon Hee, ia lalu melihat buku peta yang terbuka dan membaca Jongmyo. “Apakah Daemul pergi ke Jongmyo? Ha In Soo membawa Pengawal kementrian Perang ke Jongmyo.”
Mereka kemudian menyadari bahwa sepertinya Ha In Soo tahu dan dia mengejar Daemul. Yong Ha mencemaskan Yoon Hee, “Jika tertangkap, mungkin hidupnya dalam bahaya.”
Yoon Hee, mulai masuk ke Jongmyo, ia mengingat-ngingat kemungkinan Geum Deung Ji Sa ada di bawah altar leluhur, ia mendekati salah satu meja altar untuk mulai mencari tahu.

Di luar para pengawal berlari cepat menuju Jongmyo.
In Soo mengingatkan ayahnya, bahwa saat ini adalah kesempatan terakhir untuk menghancurkan Geum Deung Ji Sa. Menteri Ha sependapat, ia lalu memerintahkan kepala pengawalnya untuk menggunakan cara apapun untuk menghancurkannya

Jae Shin dan Sun Joon, bersembunyi melihat rombongan pengawal yang terus berdatangan ke Jongmyo,
“Kau menjanjikanku untuk tidak akan membiarkan Kim Yoon Shik terluka.” Jae Shin mengingatkan Sun Joon, “Aku akan menahan para pengawal kerajaan” lanjutnya.

Jae Shin sudah nangkring diatas atap dan menembakkan panah ke arah para pengawal mencegah mereka mendekati Jongmyo. Mereka yakin itu adalah Hong Byuk Seo dan mulai mundur. “Apa yang kalian lakukan? tangkap dia!” Kepala pengawal memberi perintahnya, ia membagi dua pasukan, sebagian mengejar Hong Byuk Seo , sebagian lagi ke Jongmyo

Yoon Hee mulai membuka bagian bawah meja altar, tapi tidak menemukan apapun, ia kaget buru-buru menutup lagi meja yang dibukanya saat ia mendengar suara.
Jae Shin masih bertarung melawan para pengawal kerajaan bersenjata. (ckckck, kasihan, di drama ini Jae Shin yang paling capek…iiis, pijitin tuh Jae Shinnya)

seseorang ada dibalik pintu, ternyata Sun Joon…
Jae Shin kali ini berhadapan dengan Kepala pengawal, yang ilmu beladirinya lebih tinggi, ia mulai kewalahan dan akhirnya terkena sabetan pedang.

Sun Joon masuk, ia melihat Yoon Hee dan langsung memeluknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar